Workshop Jenis-Jenis Fraud Serta Pengenalan Governance Risk And Compliance (GRC) Di Perguruan Tinggi

Bandar Lampung, 21 Oktober 2024 – Satuan Pengendali Internal (SPI) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop bertajuk “Jenis-Jenis Fraud dan Sanksinya serta Pengenalan Governance, Risk, and Compliance (GRC) di Perguruan Tinggi.” Acara ini diikuti oleh 150 peserta dari delapan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas dan unit-unit kerja (UPT), pejabat pembuat komitmen (PPK), serta bendahara pengeluaran di lingkungan Universitas Lampung, juga pimpinan dari perguruan tinggi lainnya seperti Institut Teknologi Sumatera, Universitas Teknokrat Indonesia, Universitas Malahayati, Universitas Bandar Lampung, dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.

Workshop berlangsung di Ballroom Sheraton Hotel, Bandar Lampung, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Lampung, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Habib mengingatkan pentingnya pengelolaan yang baik di perguruan tinggi, khususnya di Unila, yang diusung melalui slogan “BE STRONG”. Slogan ini memiliki arti penting dalam mengarahkan tata kelola universitas, yaitu:

– *B*: Business sector, finance, investment, and assets.

– *E*: Empowerment of human resources.

– *S*: Service for community.

– *T*: Teaching.

– *R*: Research.

– *O*: Organizational partnerships.

– *N*: Network infrastructure.

– *G*: Good university governance.

Dr. Habib menekankan bahwa melalui slogan ini, Unila berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola universitas dalam setiap aspek. Ia mengapresiasi inisiatif SPI dalam menyelenggarakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memperkuat tata kelola di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga berharap setelah mengikuti workshop ini, seluruh unit di Unila dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai aturan yang berlaku, dengan mengintegrasikan manajemen risiko dan kepatuhan (GRC) dalam pengelolaan universitas.

Sementara itu, Sekretaris SPI Unila, Prof. Marselina, S.E., M.P.M., yang mewakili Ketua SPI, Prof. Hamzah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa SPI ingin memberikan wawasan kepada perguruan tinggi di Lampung tentang pentingnya memahami jenis-jenis fraud serta penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC). Menurut Prof. Marselina, fraud sering terjadi karena adanya kewenangan yang disalahgunakan oleh individu yang memiliki power. Selain itu, fraud juga dapat muncul akibat adanya tekanan. Oleh karena itu, Prof. Marselina berharap dengan adanya pengenalan GRC di Unila, seluruh pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi dapat berlandaskan aturan yang berlaku, sehingga mencegah potensi terjadinya fraud. Ia juga berharap bahwa program GRC ini dapat diimplementasikan secara penuh pada tahun 2025, di semua unit perguruan tinggi swasta dan negeri, khususnya di Universitas Lampung.

Workshop menghadirkan dua pemateri ahli :

  1. Bapak Mustofa Kamal, S.E., M.Sak, CFrA, CCMs, CRP, CRMP, ITAuditor, CertDA, CHFI, CDSP, CGCAE*, pengajar Widya Iswara Ahli Madya dan trainer di Pusdiklatwas BPKP. Beliau membawakan materi terkait:

– Pengertian, penyebab, dan jenis-jenis fraud.

– Contoh fraud dan dampaknya.

– Sanksi terhadap tindakan fraud.

Dalam presentasinya, Mustofa Kamal menjelaskan bahwa “fraud adalah kejahatan yang tersembunyi, yang dapat terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. Tindakan fraud bisa terjadi dalam berbagai bentuk, dan penyalahgunaan wewenang sering menjadi pintu masuk utama dalam kasus- kasus tindak pidana korupsi (tipikor).” Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang fraud, peserta diharapkan lebih waspada dan mampu mencegah terjadinya tindakan yang merugikan tersebut di lingkungan perguruan tinggi.

  1. *Ibu Dwi Amalia Sari, S.E., M.B.A., MFA., Ph.D., CFE, CA, Ak*, Direktur Audit IV BPK. Dalam paparannya, beliau membahas mengenai:

– Pentingnya GRC di perguruan tinggi.

– Konsep dan elemen GRC.

– Proses integrasi GRC dalam manajemen perguruan tinggi.

– Prinsip-prinsip GRC.

– Penerapan manajemen risiko serta mekanisme pengukuran kinerja dalam GRC.

Ibu Dwi menekankan pentingnya penerapan GRC secara menyeluruh untuk menciptakan tata kelola yang baik dan berkelanjutan di perguruan tinggi. Menurutnya, integrasi GRC dapat membantu perguruan tinggi dalam mengidentifikasi, mengelola, dan memitigasi risiko yang ada, sehingga semua aktivitas di kampus dapat berjalan sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku.

 

Dengan diadakannya workshop ini, SPI Unila berharap perguruan tinggi di Lampung, khususnya Universitas Lampung, dapat lebih memahami pentingnya pencegahan fraud dan penerapan GRC dalam setiap aspek pengelolaan. Workshop ini menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya tata kelola yang baik dan kepatuhan di seluruh unit kerja perguruan tinggi, sehingga dapat meningkatkan integritas dan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia.